BIREUEN – Rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-27 Kabupaten Bireuen Tahun 2026 resmi ditutup dalam suasana religius, khidmat, dan penuh kebersamaan melalui kegiatan bertema “Bireuen Bershalawat”.
Acara penutupan berlangsung di halaman Masjid Agung Sulthan Jeumpa, Bireuen, Senin malam, 12 Oktober 2026, dan dirangkai dengan dzikir, shalawat, serta dakwah Islamiah dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Ribuan masyarakat hadir memenuhi kawasan kegiatan dan mengikuti rangkaian acara dengan tertib.
Kegiatan penutupan menjadi momentum refleksi terhadap perjalanan pembangunan Kabupaten Bireuen sekaligus penguatan komitmen bersama agar pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga tetap berlandaskan nilai keagamaan, persaudaraan, kepedulian sosial, dan kebersamaan.
Tema “Bireuen Bershalawat” sejak awal menjadi semangat utama peringatan HUT ke-27 Kabupaten Bireuen. Pemerintah daerah ingin menjadikan peringatan hari jadi sebagai ruang untuk memperkuat doa, silaturahmi, optimisme, serta semangat masyarakat dalam membangun daerah.
Bupati Bireuen Sampaikan Pesan Pembangunan
Dalam acara penutupan tersebut, Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, S.T., menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Bireuen untuk terus memperkuat pelayanan publik, meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta mempercepat pemulihan dan pembangunan infrastruktur daerah.
Momentum HUT ke-27 juga dimanfaatkan sebagai ruang untuk melihat kembali capaian pembangunan yang telah diraih sekaligus berbagai tantangan yang masih harus diselesaikan bersama.
Melalui semangat Bireuen Bershalawat, pemerintah daerah mengajak seluruh unsur masyarakat untuk terus menjaga persatuan, memperkuat nilai-nilai keislaman, serta bersama-sama mendukung pembangunan Kabupaten Bireuen yang lebih maju, sejahtera, tangguh, dan bermartabat.
Dzikir, Shalawat, dan Syiar Islam Warnai Penutupan
Nuansa religius terasa kuat sepanjang kegiatan. Sebelum acara utama berlangsung, masyarakat disuguhkan penampilan hadrah dan marawis yang semakin menghidupkan suasana malam penutupan.
Dzikir dan lantunan shalawat kemudian menjadi bagian utama kegiatan, menjadikan malam tersebut tidak hanya sebagai penutup rangkaian perayaan, tetapi juga sebagai momentum spiritual dan kebersamaan masyarakat Kabupaten Bireuen.
Akhir dari Rangkaian Panjang HUT ke-27
Sejak dibuka pada awal Oktober, rangkaian HUT ke-27 Kabupaten Bireuen telah diisi dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat, mulai dari olahraga, seni dan budaya, literasi, permainan rakyat, UMKM, kuliner, hingga kegiatan keagamaan.
Berbagai perlombaan juga telah dilaksanakan dengan melibatkan pelajar, masyarakat umum, perangkat daerah, serta berbagai komunitas. Pada rangkaian sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Bireuen turut menyerahkan penghargaan kepada para pemenang dari sejumlah cabang perlombaan.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bireuen, Ir. Fadli Amir, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., yang dipercaya sebagai Ketua Panitia Pelaksana HUT ke-27 Kabupaten Bireuen, sebelumnya memimpin koordinasi dan persiapan rangkaian kegiatan bersama perangkat daerah terkait.
PUPR Bireuen Dukung Suksesnya Rangkaian HUT
Sebagai bagian dari Pemerintah Kabupaten Bireuen, Dinas PUPR Kabupaten Bireuen turut mendukung koordinasi dan kelancaran penyelenggaraan rangkaian HUT ke-27 sesuai tugas dan peran yang telah diberikan kepada panitia.
Keterlibatan lintas perangkat daerah menjadi salah satu unsur penting dalam menyukseskan kegiatan yang berlangsung selama beberapa hari di berbagai lokasi.
Bagi Dinas PUPR Kabupaten Bireuen, semangat kebersamaan yang tercermin dalam rangkaian HUT ke-27 sejalan dengan prinsip pembangunan daerah yang membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.
Rangkaian HUT ke-27 Kabupaten Bireuen akhirnya ditutup dengan suasana penuh makna. Kebersamaan masyarakat, nilai-nilai religius, serta semangat membangun daerah menjadi pesan utama yang diharapkan terus hidup setelah peringatan hari jadi berakhir.
Dirgahayu ke-27 Kabupaten Bireuen.
Bireuen Bershalawat, merajut kebersamaan dan menguatkan semangat membangun daerah.

