
“Alat berat sudah saya turunkan ke lokasi untuk melakukan proses pembangunan jembatan darurat agar akses jalan dan lalu lintas masyarakat bisa kembali berjalan lancar,” ujar Bupati Bireuen.
Kepala Bagian Kemotoran PT Takabeya Perkasa Group (TPG), Mawardi saat ditemui di lokasi mengatakan, jembatan darurat yang dalam proses untuk dibangun berada 25 meter ke utara dari jembatan yang telah ambruk akibat banjir.
Saat ini, alat berat sedang mengeruk tebing bukit setinggi 5 meter dan lebar 5 meter untuk membuka akses jalan.
Setelah itu, katanya, dilakukan proses untuk membangun jembatan darurat dari batang kelapa dengan panjang 6 meter dan lebar 6 meter.
“Pekerjaan ditargetkan dapat selesai dalam waktu tiga hari ke depan agar aktivitas masyarakat bisa kembali berjalan lancar,” sebutnya.
Bagi warga yang mau menyeberang untuk sementara waktu harus turun melewati alur sungai yang dibantu oleh anggota keluarga dan warga lainnya.
“Hari ini kami buka untuk akses jalan dulu, besok mulai kita bangun jembatan darurat,” terang Mawardi.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, satu jembatan darurat dari batang kelapa di Desa Hagu–Lawang, Kecamatan Peudada, Bireuen yang dibangun beberapa waktu lalu setelah jembatan permanen ambruk pada Senin (6/1/2025), putus dan ambruk lagi menjelang Magrib, Selasa (8/4/2025), gara-gara diterjang banjir luapan.
Selain jembatan ambruk, ada belasan desa di Peudada dan Jeumpa tergenang banjir luapan.
Dampak dari ambruknya jembatan darurat menyebabkan sebanyak 315 jiwa warga Desa Lawang, Kecamatan Peudada terisolasi.
Sedangkan ratusan warga dari Hagu dan desa lainnya di arah utara jembatan tersebut tidak bisa melintas ke kebun atau keperluan lainnya.(*)