PUPR Bireuen
SALURAN IRIGASI – Bupati Bireuen, H Mukhlis ST bersama Kadis PUPR, Sabtu (22/3/2025) melihat kondisi saluran induk irigasi Hagu Peudada di kawasan Desa Meunasah Krueng dan berencana memasang pompa air untuk mengairi ribuan hektare sawah di Peudada. 




Agar petani dapat menggarap sawah, Pemkab Bireuen melakukan inisiasi dengan memasang pompa air di Krueng Peudada dialirkan ke saluran irigasi sampai ke areal persawahan.




 

BIREUEN – Sudah lima kali musim tanam atau sejak awal 2024, ratusan petani di Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen yang tersebar di 15 desa tidak bisa menggarap sawah.



Pasalnya, bendung pancur irigasi Hagu, Peudada rusak tahun 2024 lalu dan bendungan utama juga hancur
diterjang banjir awal Maret 2025.

Agar petani dapat menggarap sawah, Pemkab Bireuen melakukan inisiasi dengan memasang pompa air di
Krueng Peudada dialirkan ke saluran irigasi sampai ke areal persawahan.

Hal tersebut disampaikan Bupati Bireuen, H Mukhlis ST, Sabtu (22/3/2025) saat melihat secara dekat saluran induk irigasi Hagu yang kering kerontang karena bendungan hancur.

Bupati Bireuen didampingi Kadis PUPR, Fadli Amir ST MT serta perangkat desa dan imum mukim serta masyarakat mengatakan, perbaikan irigasi Hagu dan kelanjutan pembangunan Irigasi Aneuk Gajah Rheut
menjadi kewenangan dinas terkait tingkat provinsi Aceh.

“Bilapun irigasi Hagu  diperbaiki dalam waktu dekat, mungkin satu atau dua tahun baru selesai.
 
Sementara itu apabila melanjutkan pembangunan irigasi Aneuk Gajah Rheut, juga butuh waktu minimal 4 tahun lagi baru selesai, petani belum bisa menggarap sawahnya,” ujarnya.

 

Mengingat petani dari 15 desa sudah lima kali musim tanam tidak bisa menggarap lahan dan membiarkan sawah telantar, Pemkab Bireuen mencari solusi.

Salah satunya, kata H Mukhlis memasang pompa air di Krueng Peudada, tepatnya di kawasan Desa Meunasah Krueng dekat lokasi jembatan gantung.

“Pompa ukuran 6 inci dipasang dua unit, nantinya dialirkan ke saluran induk irigasi dan terus ke areal persawahan,” ujarnya.

Imum Mukim Krueng, Peudada, Tgk Hasbi Abdullah yang ikut hadir dalam kunjungan bupati mengatakan, masyarakat sangat mengharapkan langkah cepat dari Pemkab Bireuen atau dinas terkait agar petani dapat
menggarap sawahnya.

“Sudah lima kali musim tanam petani tidak menggarap sawahnya dan membiarkan telantar karena tidak ada air,” ujarnya.  

Disebutkan, rencana memasang pompa air sangat diharapkan segera sambil menunggu perbaikan irigasi yang rusak.

“Kami sangat mendukung dan berharap dapat segera dilakukan, sehingga musim tanam ke depan petani dapat turun ke sawah lagi,” ujarnya. (*)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *